Bang, loe S3 ngapain aja ?

Tulisan ini saya buat dilatarbelakangi keinginan untuk memberikan gambaran yang lebih presisi kepada kawan-kawan tentang apa sih S3 itu, kemudian apa saja aktivitas seorang mahasiswa S3, dan apa yang harus kita persiapkan menuju S3.¬† Harapan saya, tulisan ini membantu kawan-kawan, bapak ibu yang butuh, ingin atau harus melanjutkan pendidikan ke level S3. ūüôā

Saya tidak akan membahas kenapa anda harus S3. Tapi saya akan mulai dengan apa sih S3 itu ? menurut pendapat saya, S3 itu adalah jenjang pendidikan yang harus memberikan kontribusi kepada suatu bidang ilmu tertentu. S3 diukur keberhasilannya tidak dari berapa paper/makalah yang anda publish, juga tidak diukur dari berapa lama anda studinya, tapi diukur dari seberapa berpengaruh kontribusi anda dalam memajukan bidang ilmu tertentu.

Bang, loe S3 ngapain aja ? Pertanyaan ini susah jawabannya ūüôā Kalau saya jawab serius, nanti yang nanya jadi “hilang perasaan” alias “ilfeel” gak mau S3. Kalau saya jawab santai, nanti malah bohong :-). Jadi begini jawaban serius tapi santai versi saya (terimakasih untuk pembimbing saya yang membantu saya dalam mencari jawaban dari pertanyaan ini) ūüôā

Mahasiswa S3 (di informatika ya) aktivitas intinya hanya empat yaitu : Literature Review, Literature Writing, Code Review dan Code Writing.

Literature Review adalah aktivitas mereview makalah-makalah yang berkaitan dengan riset kita. Ada format tertentu yang harus kita lakukan dalam mengkaji/mereview makalah. Setiap universitas mungkin  memiliki format yang berbeda. Output dari aktivitas ini adalah dokumen kajian. Satu dokumen kajian untuk satu makalah/paper. Mengkaji makalah bukan aktivitas yang selesai dalam satu iterasi. Banyaknya iterasi tergantung seberapa penting makalah yang kita sedang kaji untuk kita. Makin penting makalah, makin banyak iterasinya. Waktu ideal yang seharusnya kita habiskan untuk setiap iterasi mengkaji makalah adalah 30-40 menit.

Literature Writing atau paper writing atau report writing akan kita lakukan pada event-event tertentu. Misalnya ketika kita harus mempublikasikan makalah kita, atau ketika kita harus buat proposal riset atau ketika kita harus buat laporan penelitian. Butuh lebih dari satu postingan khusus untuk bahas literature writing ini :-). Tapi di kampus manapun biasanya ada mata kuliah khusus yang disediakan untuk melatih kita melakukan aktivitas ini. Nama mata kuliahnya Academic Writing for Ph.D

Code Review. Mengkaji kode program juga menjadi bagian dari aktivitas seorang kandidat doktor di Informatika. Mengkaji kode juga membutuhkan penguasaan teknik debugging, branching dan testing yang menyeluruh dan berkali-kali terhadap suatu aplikasi tertentu. Kode program yang dikaji biasanya adalah kode program yang dicantumkan oleh suatu publikasi/makalah yang berkaitan dengan bidang riset kita.

Code Writing. Mahasiswa S3 harus bisa coding ? Jawabannya ya harus ūüôā . Tapi sampai level apa ? apakah harus sampai level dewa ? Kalau kata pembimbing saya tidak harus ahli sekali, tapi harus mengerti bagaimana mengimplementasikan struktur data, mekanisme pengindeksan yang efisien, algoritma terkini seperti deep learning, autonomic computing, dan lain lain.¬† Tidak harus ahli banget, itu kata pembimbing saya yaaaa..¬† :-).

Setiap harinya mahasiswa S3 aktivitas intinya ya empat hal itu, tapi tentu saja dengan porsi yang berbeda-beda. Di sinilah peran pembimbing untuk menentukan di periode ini kita Literature review berapa persen, terus code review dan code writing berapa persen. Ada banyak aktivitas sampingan lain dari seorang mahasiswa S3 misalnya rapat mingguan atau mengikuti kuliah mahasiswa S1 / S2.

Berikutnya kita akan bahas, apa yang perlu dipersiapkan menuju program doktoral. Dari pengalaman saya yang pertama harus dipersiapkan adalah MENTAL. S3 itu projek yang besar dan ambisius. Gilanya projek besar ini Project manager, System Analyst, Programmer, Tester dan Technical Writernya anda sendiri ūüôĀ Pembimbing bagaimana ? pembimbing perannya Pengawas dan Penentu Projek serta pemberi deadline :-). Kalau anda sekarang sedang menjabat atau rutin mengajar, ada baiknya anda rehat/cuti dulu minimal 3-6 bulan sebelum berangkat untuk mempersiapkan mental anda. Stress Management itu penting untuk anda pelajari dan praktekkan. Kalau di kantor/universitas, anda bisa membagi beban tugas anda dengan anggota tim lain. Tapi kalau setelah S3, beban berat harus anda pikul sendiri. Anda cuma bisa curhat ke pasangan, Tuhan (pastinya ya) dan pembimbing (itu pun kalau pembimbingnya bukan orang sibuk). Mental juga perlu dipersiapkan, karena S3 itu kalau diibaratkan adalah marathon. Dia bukan sprint / lari jarak pendek 100 m. Dalam marathon, kita harus mengatur ritme, ketahanan fisik dan mental kita.

FISIK juga harus dipersiapkan. Ingat, menjadi mahasiswa S3 berarti setiap harinya anda akan duduk manis di depan laptop selama lebih kurang 8 jam. Ini sangat berbahaya untuk kekuatan tulang belakang, leher dan sendi-sendi anda. Latihlah dan biasakan latihan peregangan sebelum aktivitas setiap hari dan juga setiap 30 menit di depan layar.

Hubungan baik dengan manusia dan Tuhan. Anda jangan khawatir. Ada banyak orang yang melakukan riset di bidang yang berkaitan dengan anda. Mereka bisa memberikan solusi buat permasalahan anda. Hubungan dengan Tuhan ini lebih penting lagi. Anda punya masalah dengan pembimbing ? atau mungkin pembimbing anda seringnya bukan memberikan solusi malah lebih asyik memberikan masalah ? berdoalah kepada Yang Maha Membolak-balikkan hati supaya pembimbing anda tergerak hatinya¬† membantu anda keluar dari permasalahan anda ūüôā Selain itu, salah satu jalan keluar dari stress selama S3 yang paling bagus adalah memperbaiki kuantitas dan kualitas hubungan anda dengan Sang Pencipta.

Latihlah keempat aktivitas inti S3 (Literature Review, Literature Writing, Code Review dan Code Writing) yang telah saya sebutkan sebelum anda memulai S3. Dengan berlatih lebih dini, maka anda akan lebih siap :-).

Baca dan pelajari paper/riset dari pembimbing anda. Ini saran yang standar ūüôā .

Yang terakhir menurut saya yang pentig dilatih adalah kemauan/sikap mental untuk berserah diri kepada segala ketentuan dari sang Pencipta. Ingat, sukses dan gagal selama S3 itu pasti terjadi. Tidak ada yang namanya S3 itu sukses terus, pasti ada gagalnya (ada yang bilang S3 itu kayak main rollcoaster:-) ). Kewajiban kita manusia ya berusaha, dan hasil itu hak preogratif dari Yang Di Atas. Sang Pencipta lebih tahu yang terbaik untuk kita.

Sampai di sini dulu yaaa ūüôā kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi, Kalau ada kesempatan sebelum bimbingan, postingan ini saya sambung lagiiii .

Disclaimer:

1.Tulisan ini dibuat oleh orang yang sedang S3 di bidang Informatika/ilmu Komputer. Mungkin saja tulisan ini tidak relevan dengan rekan-rekan yang S3 di bidang lain.

Aberdeen, 15 Januari 2017.

Sukseskan karir anda dengan kuliah lanjut !

Setelah lulus kuliah strata 1 (S1) atau Diploma 3 (D3), setiap wisudawan dihadapkan pada banyak pilihan profesi. Saya membagi luasnya pilihan profesi ini ke dalam beberapa kelompok profesi. Dasar dari pengelompokan profesi ini adalah pengalaman saya ketika dalam waktu yang bersamaan menjadi dosen dan manajer di pusat karir Institut Teknologi Telkom pada tahun 2011. Berikut klasifikasi profesi menurut saya:

 

  1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia [1], akademisi adalah orang yang berpendidikan tinggi atau anggota suatu akademi. Definisi ini merupakan definisi yang formal. Sedangkan definisi akademisi yang mungkin lebih bisa dimengerti oleh orang awam menurut saya adalah orang yang fokus bergerak di suatu bidang keilmuan dengan memperhatikan aspek-aspek akademis. Beberapa pekerjaan yang masuk kategori profesi akademisi ini adalah guru, dosen dan peneliti. Guru mendidik dan mengajar di sekolah, Dosen mengajar, meneliti dan mengabdi pada masyarakat di perguruan tinggi sedangkan peneliti fokus melakukan penelitian di lembaga penelitian milik pemerintah seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) atau di lembaga penelitian swasta misal Lingkaran Survei Indonesia atau Litbang di perusahaan media massa.
  1. Mayoritas alumni (angkanya bisa mencapai 80% dari total lulusan per periode wisuda) sebuah perguruan tinggi memilih untuk bekerja sebagai Intrapreneur. Intrapreneur ini adalah orang yang mengabdi bekerja secara professional sebagai anggota tetap dari sebuah perusahaan. Pegawai Negeri Sipil / PNS, karyawan BUMN, karyawan di perusahaan, anggota tetap Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM, artis yang tergabung di sebuah production house merupakan contoh pekerjaan di bidang profesi ini.
  1. Banyak orang yang memiliki persepsi bahwa enterpreneur adalah pengusaha/pedagang saja. Persepsi ini kurang tepat, karena menurut saya, definisi lebih luas dari enterpreneur adalah orang yang memiliki sumber daya mandiri, ide baru, inovasi dan mampu menerapkan sumber daya, ide dan inovasi tadi menjadi sebuah aktivitas bisnis/sosial yang bermanfaat lebih besar bagi diri pribadi dan masyarakat (diadaptasi dari definisi [2]). Contoh pekerjaan yang masuk profesi ini adalah pengusaha, pedagang, pendiri/penggiat LSM, aktivis lingkungan, politikus, pelawak, artis yang tidak tergantung lagi pada satu production house tertentu, anggota partai politik.

Screen Shot 2016-01-30 at 8.36.26 AM

Ketiga profesi ini memiliki jenjang karir tersendiri. Naiknya seseorang dari jenjang karir yang lebih rendah ke jenjang karir yang lebih tinggi tentu akan berakibat langsung kepada kesejahteraan finansial orang yang bersangkutan. Untuk profesi akademisi, jenjang karir yang bisa ditempuh antara lain jabatan fungsional akademis untuk dosen, golongan jabatan untuk guru, dan level senioritas peneliti. Bagi profesi intrapreneur, jenjang karir sangat tergantung dengan kebijakan human capital / Sumber Daya Manusia di perusahaan atau organisasi tempat bekerja. Misalnya kenaikan golongan pekerjaan, level pekerjaan, dll. Sedangkan bagi enterpreneur, jenjang karir lebih diartikan sebagai seberapa besar dampak dari penerapan sumber daya, inovasi dan idenya bagi pribadi dan masyarakat sekitar. Misal, bagi pengusaha yang daerah usahanya tadinya hanya di satu kota, lalu bertambah sukses merambah ke beberapa kota lain. Atau bagi aktivis lingkungan yang tadinya hanya mengandalkan dana pribadi melakukan konservasi alam, ternyata sekarang mendapatkan tambahan dana dari pemerintah atau perbankan.

Saya sering mendapatkan pertanyaan dari para fresh graduate di kampus saya tentang bagaimana caranya bergerak naik dengan cepat pada jenjang karir tertentu. Jawaban saya singkat: lanjutkan kuliah anda untuk menambah kompetensi. Saya punya justifikasi tentang bagaimana pengaruh melanjutkan kuliah bagi setiap kelompok profesi. Berikut justifikasi saya:

Karena fokus di keilmuan tertentu, maka tentu saja profesi akademisi merupakan profesi yang paling menuntut penambahan ilmu/kompetensi lewat melanjutkan kuliah. Bahkan, peraturan pemerintah sangat ketat menggariskan bahwa dosen minimal memiliki pendidikan Strata dua / Magister. Dan jika anda bukan dosen, tapi peneliti, maka untuk bisa menembus hibah skala yang lebih tinggi pun anda harus memiliki level akademik Strata Tiga / Doktoral. ¬†Untuk jenis profesi akademisi, saya menganjurkan agar mengambil peminatan Magister atau Doktoral yang linear dengan bidang riset anda sebelumnya. Linearitas ini ‚Äďselain merupakan persyaratan DIKTI- juga akan membantu membuat anda memiliki pemahaman mendalam tentang suatu permasalahan di bidang keilmuan anda.

Intrapreneur merupakan profesi yang membutuhkan keterlibatan rutin dan penuh dari anggota organisasi dalam menyelesaikan target organisasi. Sifat pekerjaan yang rutin hari demi hari kadang membuat orang yang bekerja di suatu organisasi profit/perusahaan atau organisasi non profit lupa untuk menambah kompetensinya. Seringkali penambahan kompetensi pada profesi ini dilakukan dengan mengambil pelatihan singkat ataupun sertifikasi. Namun, menurut saya, hal ini belumlah cukup. Kenapa ? menghadapi tantangan pada era pasar bebas ASEAN seperti sekarang ini, setiap organisasi dihadapkan pada kebutuhan untuk merubah secara radikal model bisnis, proses bisnis, orientasi bisnis, cara bekerja dan masih banyak lagi untuk bisa tetap bertahan atau bahkan memenangkan persaingan. Ambil contoh, perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Memang, sekarang mereka sudah tidak lagi mengandalkan suara dan pesan singkat. Semuanya sudah beralih ke layanan data. Tapi, ingat, saat ini, saingan mereka bukan lagi operator dalam negeri, tapi juga operator luar negeri atau bahkan perusahaan raksasa seperti Google ‚Äďdengan kemampuan riset yang luar biasa, kapitalisasi modal yang sangat kuat- yang bisa menghadirkan produk telekomunikasi yang sangat canggih, mudah digunakan dan terjangkau harganya. Oleh karena itu, perusahaan telekomunikasi di Indonesia sangat membutuhkan orang-orang yang memiliki wawasan teknologi yang luas dan atau mendalam tapi juga harus memiliki kemampuan analisa model bisnis yang hebat. Tentu saja, untuk bisa memiliki kedua-duanya anda harus mengambil kuliah lanjut. Saat ini, di Indonesia dan luar negeri sudah banyak perguruan tinggi yang menawarkan program studi magister terapan yang mengkorelasikan beberapa bidang. Menurut saya, teman-teman yang bekerja sebagai intrapreneur di sebuah organisasi membutuhkan kuliah lanjut yang berbeda dengan teman-teman profesi akademisi. Profesi Intrapreneur membutuhkan bidang keilmuan yang tidak mendalam, tapi lebih ke arah terapan dan dikorelasikan dengan sangat baik terhadap bidang lain. Sebagai contoh, magister teknologi informasi dan pariwisata di Belanda.

Profesi terakhir yang akan saya bahas adalah enterpreneur. Pasti, orang-orang akan banyak yang berpendapat bahwa jenis profesi yang terakhir ini tidak butuh kuliah lanjut J . Hehehehe, pendapat ini menurut saya wajar, karena di profesi entrepreneur yang paling penting adalah seberapa cepat kita menangkap peluang, seberapa tepat guna ide kita terkait peluang/permasalahan dan bagaimana business plan kita dalam merealisasikan ide tersebut. Tapi, harap diperhatikan seorang entrepreneur bisa memperluas dampak dari aktivitasnya kepada pribadi atau masyarakat dikarenakan dia memiliki keunggulan eksekusi ide dan wawasan serta link yang luas. Menurut saya, ketiga hal tersebut bisa dipenuhi dengan mengambil kuliah lanjut. Pada beberapa program studi Enterpreneurship Doctoral/MSc in Enterpreneurship [3] yang saya amati di luar negeri, para mahasiswa progam doktoral ini banyak mendapatkan ekspos terhadap model bisnis terkini/tercanggih, wawasan teknologi dan bahkan akses ke berbagai komunitas entrepreneur. Dengan demikian, setelah selesai mengambil Enterpreneurship Doctoral, mereka mendapatkan banyak tambahan kompetensi untuk bisa memajukan bisnis/eksekusi ide mereka. Tapi tentu saja, menurut saya, jenis kuliah lanjut untuk profesi entrepreneur memang sangat berbeda dengan kuliah lanjut untuk dua profesi sebelumnya. Para Enterpreneur membutuhkan fleksibilitas kuliah yang sangat tinggi dan akses ke komunitas pemilik modal / ventura yang luas. Sayangnya di Indonesia, sepengetahuan saya belum ada prodi yang menyediakan layanan kuliah lanjut seperti ini .

Kesimpulan yang bisa saya sampaikan untuk mengakhiri tulisan saya ini adalah, apapun profesi yang anda pilih, penambahan kompetensi adalah hal yang wajib untuk anda lakukan. Dan melanjutkan kuliah adalah cara terbaik untuk menambah kompetensi anda. Selamat melanjutkan kuliah dan semoga anda lebih sukses di karir anda J

 

Daftar Pustaka:

[1]. http://kbbi.web.id/akademisi

[2]. http://www.temukanpengertian.com/2013/07/pengertian-entrepreneur.html

[3]. http://www.phdportal.eu/studies/134065/innovation-and-entrepreneurship.html

 

Sumber gambar:

[4]. https://juarsa.files.wordpress.com/2010/08/akademisi.jpg

[5]. http://www.entrepreneur.com/article/224791

[6]. http://www.businesspr.today/2014/05/04/the-intrapreneurship-imperative/

GeNia Begins

genia

HMIF, HMTI, dan HIMATEL di STT Telkom selalu memiliki kegiatan-kegiatanBESAR yang menjadi ciri khas mereka setiap tahunnya. KegiatanBESAR di sini berarti kegiatan tersebut meliputi semua mahasiswa di STT Telkom, skala kegiatan Jawa Barat sampai Nasional, durasi pelaksanaan kegiatan biasanya satu minggu kemudian acara-acara yang terdapat di kegiatan BESAR itu berlangsung dengan meriah dan diikuti dengan penuh  antusias oleh mahasiswa STT Telkom. Dan yang paling penting, kegiatan BESAR tersebut menjadi kebanggaan bagi Himpunan itu sendiri.

HMIF STT Telkom yang didirikan pada tahun 1993 juga memiliki kegiatan BESARtersebut. Dari semua kegiatan BESAR HMIF tersebut, yang penulis ketahui rekam jejaknya adalah kegiatan BESAR HMIF dari tahun 2000-2004.

Pada tahun 2000, kegiatan BESAR HMIF diberi nama Informatics Shoot Out. Detail kegiatan seperti apa, penulis sama sekali lupa J, namun kegiatan ini berlangsung dengan lancar. Dari kurun waktu 2001-2004, HMIF punya satu merek untuk kegiatan BESAR ini, yaitu PEKAN IF. Dari segi penyelenggaraan acara, PEKAN IF berjalan lancar, namun dari segi antusiasme mahasiswa untuk mengikuti PEKAN IF tidak terlalu tinggi. Sambutan mahasiswa juga dingin-dingin saja.

PEKAN IF yang tidak terlalu sukses dan tidak mendapat sambutan hangat di STT Telkom ini mendorong munculnya ide di HMIF periode kepengurusan Bahtiar dan Ridho Nur Imansyah (HMIF tahun 2004-2005) untuk menyelenggarakan kegiatan¬†BESAR¬†dengan nama, tema, konsep yang baru dan segar. Untuk membuat konsep baru dari kegiatan BESAR ini, Pengurus HMIF lalu membentuk panitia khusus yang berisikan pengurus HMIF sendiri (Iman, Andika, Abah, Novia, dll) ditambah beberapa ‚Äúmuka lama‚ÄĚ di kalangan eksternal HMIF seperti penulis, Riano Oskar (Wakil Ketua HMIF thn 2003), Yudha, dan beberapa nama lain yang penulis lupa.

Panitia Khusus (Pansus) mulai bekerja sekitar sebulan sebelum bulan Ramadhan tahun 2004. Pembahasan pertama yang paling alot di pansus ini adalah nama dari KegiatanBESAR. Ada yang mengusulkan nama Informatics Shoot Out (ISO), ada juga yang mengusulkan nama lainnya. Karena pembahasan deadlock, maka pansus diskors 1×24 jam untuk memberikan waktu kepada anggota pansus untuk menggodok konsep nama kegiatan BESAR yang bagus. Pada masa skorsing inilah, penulis berusaha keras mencari nama yang pas. Dan, di luar dugaan, ketika sedang mencuci piring di kamar mandi tiba-tiba penulis teringat akan nama praktikan BasisData yang cukup unik yaitu P*** I#### Genia. Penulis merasa cocok dengan kata Genia ini dan lalu mencoba mereka-reka kepanjangan yang pas dari genia ini sehingga penulis menemukan kepanjangan dari genia adalah Gema Anak Informatika. Singkat kata, Pansus akhirnya menyetujui nama GeNia menjadi nama kegiatan besar HMIF di tahun 2005 nanti. Penyesalan penulis dari proses menemukan nama ini adalah pansus belum sempat meminta izin kepada pemilik nama belakang GeNia atas pemakaian namanya menjadi nama kegiatan BESAR di HMIF J

Pansus lalu berubah menjadi Steering Committee (SC) dan mulai merekrut Organizing Committee (OC). Raden Abi Hanindito (Dito) terpilih menjadi Ketua Umum GeNia 2005. Supaya Genia 2005 berjalan dengan sangat sukses, semua anggota SC harus menjadi anggota OC juga. Total panitia GeNia 2005 adalah 92 orang.

Berikut penjelasan lebih rinci tentang GeNia 2005 yang dimuat di InZip (majalah HMIF) tahun 2004 :

GeNia 2005 bertema¬†‚ÄúMeningkatkan kerjasama di kalangan civitas akademika STT Telkom untuk meningkatkan kualitas sebagai mahasiswa Informatika guna menghadapi tantangan yang dihadapkan di dunia IT‚Ä̬†dan berslogan ‚Äú Sound of Informatic ‚Äú GeNia 2005 dijadikan sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi dan kreativitas mahasiswa Teknik Informatika STT Telkom pada khususnya, serta meningkatkan civitas akademika pelajar dan mahasiswa Indonesia.

Yang mendasari diadakannya GeNia 2005 adalah keinginan Himpunan Mahasiswa Informatika ( HMIF ) STT Telkom untuk melakukan suatu ‚ÄúGebrakan‚ÄĚ untuk menunjukkan eksistensi jurusan Informatika STT Telkom di kalangan masyarakat, mengingat kondisi¬† Jurusan Informatika STT Telkom yang terkesan ‚Äútenggelam‚ÄĚ. Hal ini dipacu juga dengan motivasi untuk meningkatkan solidaritas serta kerja sama antara Mahasiswa Informatika STT Telkom, Himpunan Mahasiswa Informatika STT Telkom, dan Jurusan Informatika STT Telkom.

Sasaran GeNia 2005 adalah mahasiswa STT Telkom, Mahasiswa se ‚Äď Bandung Raya, Mahasiswa dan Pelajar SMU se ‚Äď Indonesia, serta masyarakat umum. Adapun list acara GeNia 2005 adalah sebagai berikut :

  • Pertandingan CS
  • Seminar Sex Education ‚Äú Fenomena Sex In The Kost di Kalangan Mahasiswa
  • Konser STT Idol featuring UKM Band
  • Penyisihan Programmning Contest
  • Pertandingan WE
  • Festival Band
  • Pengumpulan Karya Lomba Web Design
  • Pengumpulan Karya Lomba Animasi Bertema
  • Pameran IT
  • Workshop 3Dmax dan Video Editing

Bila kita lihat dari daftar acara di atas, ada beberapa acara yang terbilang baru dan unik. Seperti Seminar SEX yang ternyata laris manis tiketnya J, kemudian STT Idol yang di setiap minggunya selalu dipadati penonton dan memiliki konsep panggung berbeda, mulai dari konsep pesta sampai suasana di pekuburan. Ada juga acara Programming Contest tingkat SMA dan perguruan tinggi yang mendapatkan attensi khusus dari Wakil Ketua STT waktu itu yaitu pak Imam Harjono.

Selain acara yang baru dan unik, acara-acara lama tapi dengan gaya baru seperti berbagai workshop 3D, Video Editing dan kontes Winning Eleven dan Counter Strike juga tetap diminati mahasiswa.

GeNia 2005 diselenggarakan sebulan penuh dan butuh dana yang sangat banyak. Ada banyak hambatan yang ditemui panitia termasuk krisis finansial dan kritik keras dari elemen mahasiswa terhadap acara STT Idol. Namun secara keseluruhan, GeNia 2005 terbilang sukses dan mendatangkan kekaguman dari civitas academica di STT Telkom. BKA, Rektorat, dan Dosen-dosen IF mulai dari kajur IF sampai dosen biasa  juga menjadi aware terhadap HMIF dan kegiatan GeNia-nya. Di mata himpunan lainnya dan BEM juga, HMIF terbukti mampu menyelenggarakan acara fenomenal seperti GeNia 2005. Salah satu bukti keberhasilan GeNia 2005 adalah tingginya tingkat partisipasi mahasiswa terutama yang non-aktivis terhadap acara-acara di GeNia 2005.

Bila kita lihat di balik dapur, GeNia 2005 menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa baru seperti sebut saja misalnya Rolly Maulana, Jaka Ariya, Salma, Qory, Afwan, dll. Genia 2005 juga banyak diisi oleh mahasiswa pada tahun ketiga dan keempat yang selama ini jarang mau terlibat di kegiatan HMIF. Selain itu, krisis finansial yang melanda GeNia juga menjadi ujian pertama bagi ketua HMIF terpilih tahun 2005-2006 yaitu Erda Guslinar J .

Fakta berbicara, acara paling diingat dan keren sepanjang tahun 2005 di STT Telkom adalah GeNia 2005 dan pesaing dari GeNia bukanlah kegiatan BESAR HMTI atau HIMATEL, tapi kegiatan BESAR dari BEM waktu itu yaitu STT Expo J.

Di tahun 2006 sampai tahun 2009 ini eksistensi GeNia tetap dipertahankan oleh para pengurus HMIF. Mereka memberi label GeNia Return, Genia Vaganza, dll. Nah, untuk GeNia 2005 izinkan penulis untuk memberi label GeNia Begins …

.PUT IN THE BLACK BOX.

Bagaimana membuat koneksi Visual Studio 2008 dengan SQL Server 2005 Developer Edition berjalan lancar

Sebagaimana kita ketahui, Visual Studio 2008 dan SQL Server 2005 Express Edition merupakan satu pasangan yang kompak. Namun, pasangan yang kompak ini tidak bisa memenuhi kebutuhan akan fitur-fitur lengkap pengaturan database. Oleh karena itu, untuk kasus ini kita harus menggunakan DBMS versi non-express seperti SQL Server 2005 Developer Edition.

Langkah pertama yang kita lakukan tentu saja menguninstall SQL Server 2005 Express Edition. Sebenarnya DBMS versi Express Edition dan Developer Edition bisa berjalan dengan baik dalam satu mesin. Tapi untuk menghemat space hardisk dan memory serta ‚Äėkerapian‚Äô maka sebaiknya kita mengganti DBMS versi Express Edition dengan versi Developer Edition.

Langkah kedua adalah menginstall SQL Server 2005 Developer Edition. Fuady Rosma Hidayat sudah memaparkan langkah-langkah detail instalasi SQL Server 2005 di link ini.

Langkah ketiga adalah menjalankan Visual Studio 2008 dan memilih urutan menu File->New->Project. Pastikan anda memilih Windows Form Application dan klik OK.

Langkah keempat adalah Add Data Source. Pilih urutan menu Data->Add New Data Source dan klik Next

choosedatasource

Di window berikutnya pilih New Connection. Isikan server name dan Database Name anda. Tekan tombol Test Connection. Gimana ? Kalau pesan yang anda terima adalah Test Connection Failed (User … is not authenticated/registered/valid), maka anda harus mengikuti langkah berikut ini. Namun, kalau pesan yang anda terima adalah Test Connection Succeeded, maka anda sebaiknya tutup halaman blog ini.

Langkah kelima adalah cari icon SQL Server Management Studio di start menu. Klik kanan di icon tsb dan pilih Run as administrator. Klik Tombol Connect ketika program meminta kita untuk konfirmasi koneksi ke server

connect-to-server

Langkah keenam adalah pilih menu New Query di sebelah kiri atas Microsoft SQL Server Management Studio. Tak berapa lama, window putih akan muncul di sebelah kanan layar. Di sinilah kita ketikkan query kunci CREATE LOGIN [NamaKomputerNamaUser] FROM WINDOWS; Setelah selesai mengetikkan query tersebut, tekan F5.

newquery2

Bila anda sudah melakukan langkah pertama sampai keenam, anda bisa melanjutkan pekerjaan anda di Visual Studio 2008 dan SQL Server 2005 Developer Edition dengan lancar.

Selamat Mencoba ‚Ķ¬†ūüôā

Langkah kelima adalah kontribusi penuh dari I Made Arsa sedangkan langkah keenam adalah kontribusi penuh dari Xurnix.